Edisi #4 September Busuk !! mungkin ini edisi paling tidak penting dari jurnal ini !

move on

Bandung, 5 Septemeber 2013

(Gagal paham, Move On dan Kegagalan Lainya)

Tanggal di kalender masih menunjukan angka lima yang artinya baru 5 hari berjalan di bulan September ini, atau dengan kata lain masih awal bulan. Tapi kebusukan sudah banyak terjadi di awal – awal bulan ini dan aku yakin sampai akhir bulan pun begitu. Semoga saja tidak! Ah, tapi firasat ku berkata begitu. Bagaimana tidak anekdot “I HATE MONDAY” nampaknya benar adanya. Di awal bulan aku harus menelan ludahku dalam –dalam seraya menarik nafas yang juga tidak kalah dalam dari biasanya.

Hati dan pikiran sudah kadung berada di kampung adat Ciptagelar, sebuah kampung adat dengan segala fenomena unik dan segala cerita kehidupan yang begitu filosofis. Walaupun aku hanya mendengar dari cerita teman dan seniorku yang memang sudah berangkat dan sering berkunjung kesana. Tapi, apa yang terjadi? Setumpuk penugasan kembali membawaku kembali berhadapan  dengan data rekaman dan layar 17” laptop sederhana ini lengkap dengan koneksi internet. Oia, tidak lupa bututnya server surel kantor yang baru ini, oh sungguh menjengkelkan! Waktu deadline memang paling busuk diantara waktu – waktu lain yang memang terbuang sia – sia juga sebenarnya.

Ketika temanku Anjar dan guru spritiual Batak-ku Hugo bisa jalan, kenapa aku tidak? Ah, tapi aku sadar diri dan mengukur diri. Aku tidak mau membuat masalah semakin rumit dengan pekerjaan,  ini kantor baru dan pengalaman baru, aku tidak mau kehilangan pekerjaan. Hutangku pada diri sendiri saja sudah menumpuk, aku tidam mau menumpuk hutang pada orang lain juga. Kalau aku berangkat dan kehilangan pekerjaan bagaimana pundi – pundi ku bisa terkumpul? Sial ! Beginilah, nasib yatim yang belajar  menjadi (sok) mandiri.

Padahal sudah terbayang betapa segarnya udara di Ciptagelar. Damned! Oke cuma bisa skip. Itu kebusukan pertama sebagai seorang  pegawai organik kacangan. Satu – satunya hiburan adalah kembali meningkatnya minat baca dan tulis lantaran bertemu sosok idola Herry “Ucok “ Sutresna di acara Bandung Zine Fest 2013. Setelah wawancara yang cukup membuka pemikiran dan wawasan, kali ini kembali ke laptop! Seperti yang sering tukul bilang, namun kali ini hanya berkunjung ke blog gutterspit.com, weblog milik Ucok  salah satu weblog favorit selain Zarry Hendrik tempat untuk mencari kata – kata yang luar biasa jijik untuk merayu wanita. Tapi tetap saja aku copas untuk merayu. Balik ke “gutterspit” disitulah tempat aku menemukan tulisan – tulisan yang menimbulkan semangat lengkap dngengan kalimat – kalimat pedas dan diksi yang cukup eksentrik dan jarang kutemui.

Karena masih demam zine, aku teringat newsletter atau zine buatan “Ucok”  yang di  buat beberapa tahun silam “Lyssa Belum Tidur”. Zine yang dibuat dengan nama ankanya tersebut berisi catatan harian yang menceritakan keseharian anaknya lengkap beserta segala tektek bengek pemikiran si bapak. Aku mendownload file PDF-nya dan ternyata ada 7 seri atau 7 edisi. Kubaca seketika sampai tampat dan dari beberapa tulisan makin menguatkan ku untuk terus belajar menulis. Selain itu pandangan terhadap si “Boombap” dan penjahat rima kelas wahid di Indonesia ini seketika berubah. Toh, ternyata dia hanhya manusia biasa sama dengan yang lain, hanya saja memiliki sudut pandang yang berbeda akan beberapa hal. So, why everybody is fukin too much about his rap style?

Asik, menyenangkan malah jadi fuck with Raditya Dika beserta semua buku bodohnya! Haha.. memahmi isi pemikiran seseorang jauh lebih menarik daripada membaca karya bodoh berlabel “best seller”. Ah, sudahlah tetap saja aku merasa busuk, belum lagi “kegagalan move –on “ yang dialami. Hah! Kalau kata sahabatku si anjar “masalah hatee..”, shit man!! Apalagi ini aku memang tergila – gila padanya, tapi ya sudah lah itu kan cerita lama. Tapi apa mau dikata ya, hati memang tak bisa dibohongi. Oh, gadis berkerudung kenapa kau menggangu stabilitas hati ini, belum lagi si bidan yang kini di negeri kincir.

Entah karena sepi, ternyata suasana hati mendadak melankolis. Semua kenangan – kenangan di masa lalu kembali menyeruak. Sialnya aku malah senang mengenangnya dan malah sama sekali tidak ingin melupkanya. Si bidan memang tidak lama aku menjalin hubungan dengannya. Kurang dari tiga bulan tapi waktu yang begitu penting dan merubah hidupku. So shit, apa – apaan ini? Hahaha maklum terbawa perasaan.Belum lagi si kerudung solehah yang selalu mengingatkantu untuk beribadah, ya memang aku kurang beriman dan kurang dekat dengan tuhan beberapa waktu ini. Memang Bebal!

“Akan kemanakah, aku dibawanya hingga saat ini menimbulkan tanya.. Engkau dan Aku menuju ruang hampa tak ada siapa, hanya kita berdua!” ada yang lebih romantis ketimbang lagu Armada, ya Efek Rumah Kaca itu membuat stabilitas hati makin terganggu. Bodohnya, aku terus membuka berfolder – folder foto si bidan dan stalking timeline si solehah. Mungkin karena aku tidak ada partner ngobrol seperti malam –malam biasanya. Ah sudahlah! Makin ngelantur skip dan dilanjut lain waktu! Fuck yeah…

 

NP : EFEK RUMAH KACA 11.50 pm

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s