Edisi #5 Oleh – oleh Bandung Zine Fest 2013

“ We are human  and suppose to be meet each other,” – Morgue Vanguard- Bandung Zine Fest 2013 –

IMG_0785

Setelah jadwal dedaline yang begitu hectic dan semua kebusukan – kebusukan  lainya akhirnya bisa bekerja sekaligus hiburan (diri sendiri) di Bandung Zine Fest 2013.  Tulisan ini merupakan naskah kasar dari tulisan pada media tempat saya bekerja. Agak sedikit explicit dan ngelantur di bandingkan dengan apa yang saya kirim ke kantor, karena pasti dipangkas. Dari pada jadi sampah, alangkah lebih baik saya posting disini untuk sekedar menuhin blog ini,  jadi silahkan menyimak atau mencaci kalau tak suka. Mudah -mudahan ada manfaatnya.

Simpan dulu semua pikiran kita tentang internet, lupakan dulu update status facebook, bikin kul-tweet yang isinya curhatan, terus pamer foto narsis di instagram dengan hastag sepanjang gerbong KRL. Semua itu memuakan menag, meskipun terkadang saya sendiri melakukan hal tersebut. Ya, pandangan kita akan semua itu kan seketika berubah ketika kalian berkunjung ke acara Bandung Zine Fest 2013 kemarin.(31/07/2013) Buat kalian – kalian yang lahir di tahun 2000-an, mungkin akan sedikit aneh dengan yang namanya Zine. Kenapa?Karena kalian bakal lebih akrab dengan sosial media kaya twitter, facebook, instagram, dan lain – lain yang pasti sudah ter-install lengkap dalam seperangkat  gadget, yang selau  kalian bawa setiap hari.

IMG_0754

Lain kalian lain dengan kita atau mereka yang lahir atau  sudah jadi abege di era 90an. Mereka juga punya yang namanya media sosial sendiri. Ya, Zine, sebuah sosial media pada masanya tempat berbagi dengan teman – teman satu komunitas, yang juga  menyimpan segudang informasi tentang banyak hal. Dari mulai seputar  band – band favorit, informasi gigs, beragam keluh kesah tentang kondisi sekitar, sampai ke curhatan pribadi juga hehe. Penjelasan lebih lanjut silahkan googling! Ya, karena memang Zine memiliki sifat lebih personal. Isinya berdasarkan pemikiran si pembuat  dan biasanya di edarkan  di dalam jaringan komunitas (rata – rata musik). Dan yang paling menonjol adalah komunitas Punk dan Hardcore, meskipun belakangan banyak komunitas lainya yang juga memanfaatkan Zine sebagai tempat berbagi informasi.

IMG_0809

Zine, itu sama halnya dengan media sosial yang anak-anak sekarang sering pake. Logikanya sama.  Ketika era 90an gak ada internet, salah satu cara kita berinteraksi sosial secara langsung sama temen – temen ya, dengan media Zine ini,” ujar Herry ‘ucok’ Sutresna, eks-vokalis Homicide, yang juga penggiat dan pembuat Zine, UP ROCK 83’ dan Lyssa Belum Tidur.

Serupa tapi tak sama, atau apalah padanan kalimatnya. Tetapi memang “seperti” sosial media yang akrab dengan kita sekarang bukan? Bandung Zine Fest 2013 merupakan hajatan bagi para penggiat Zine dan acara ini merupakan acara yang diselenggarakan untuk kedua kalinya. Setelah yang pertama sukses diselenggarakan   di tahun 2012. Dalam acara ini kita bisa melihat setumpukan Zine dari mulai hasil kopian, cetak, sablon serta media lainya. Selain pameran, disini juga workshop mengenai Zine itu sendiri, dari mulai penulisan, teknik kolase, Zine photo, sampe ke penjilidan manual dan lain – lain. Dan dijamin banyak pengetahuan baru yang didapat, termasuk saya yang cukup melongo dengan karya – karya Zine yang cukup mutakhir dari segi konsep maupun konten. Menyenangkan!

IMG_0779 IMG_0776

Dengan semangat “DIY” atau kami di Bandung lebih senang menyebutnya “Udunan”, para penggiat yang berasala dari beberapa kota besar di Indonesia, kembali mengorganisir Bandung Zine Fest 2013 ini  di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung. Banyak juga yang datang jauh – jauh dari  Jakarta, Jogja, bahkan sampe dari semarang. Mereka datang selain untuk berpartisipasi, kebanyakan  untuk berburu Zine yang dijual disini. Karena rata – rata dari mereka mengkoleksi Zine berdasarkan seri atau artwork-nya. Tidak jarang sesama kolektor Zine juga sering barter.

****

Di era informasi seperti sekarang ini memang sangat mudah mendapatkan informasi tentang apapun. Internet begitu murah dan mudah kita dapat, entah dengan gadget yang kalian pake, smartphone , tab dan apalah itu. Hal tersebut memudahkan namun berbading terbalik juga dengan perputaran arus informasi di Indonesia yang kalau menurut saya masih saja tetap lambat (tersendat) disana – sini. Namun bagaimanapun itu sebuah perkembangan bukan? Sama halnya dengan Zine pada perkembanganya di era informasi ini, zine juga mengalami perkembangan yang pesat. Nah, kalau kita balik lagi ke atas mungkin anak – anak remaja tanggung era 2000an mengenal zine dalam bentuknya yang lebuh mutakhir. Ya, webzine lagi – lagi karena internet. Tidak ada yang salah akan hal itu, asal langganan internet atau cukup pulsa modem, tinggal nyalakan laptop, buka browser, masukan keyword di google dan Bingo! ratusan atau bahkan ribuan webzine bisa kalian temukan. Baik webzine dengan hosting gratisan atau yang memang di garap serius banyak bertebaran dan menyediakan beribu macam informasi dan artikel.

IMG_0767

Oke, seperti yang saya sudah bilang tadi itu sebuah kemajuan bukan? Karena bagi logika dangkal saya ini, sistem kerja nya hampir sama kalau dulu memang berbasis komunitas dengan tatap muka langsung, nah sekarang cukup dengan membuka alama web si pembuat sebagai representatif dari si individu tersebut. Dan ternyata setelah ngobrol – ngobrol dengan beberapa penggiat serta pengunjung di Bandung Zine Fest 2013 kemarin webzine tidak mempengaruhi minat mereka terhadap zine yang memang di cetak. Seperti kasus rilisan fisik dan digital dalam dunia musik, mereka justru senang karena semakin mudah untuk mengakses dan mendapatkan informasi atau zine terbaru yang ingin mereka koleksi. It such a positive thing right?

Selain marakanya webzine, ternyata kemajuan teknologi dan informasi ini juga menambah kreatifitas banyak orang tentunya. Khusus untuk zine ini juga kini selain memang webzine, makin banyak varian dai zine ini. Sekarang ada juga format digitalnya bagi sebua “media alternatif” ini. Ya, kita bisa  mengunduh zine dalam format digital yang menurut sebagian orang memang cukup memudahkan. Selain itu banyak juga hal yang makin inovatif yang dilakukan para penggiatnya, seperti sekarang marak zine photo, versi cetak “sablon” dan lainya terlepas dari konteks internet tadi. Tapi tidak sedikit dari mereka(penggemar zine) yang memang lebih memilih bentuk cetakan dari zine itu sendiri ketimbang versi digitalnya. Dengan alasan bahwa versi cetak merupakan collectibles item dan  senang dengan metode barter. Meskipun harganya tidak separah harga piringan hitam yang mulai kembali menggila sejak  para “hipster” memarahi saya ketika menyebut koleksi mereka piringan hitam bukan “vinyl”. Koplok pisan sateh!

IMG_0783

Oke, balik lagi ke zine lupakan para ” hipster” dan semua tulisan ngelantur saya di atas. Dari sekian banyak hal baru dan menyenangkan yang saya temukan di Bandung Zine Fest 2013 kemarin, satu hal yang saya tangkap dan resapi. Terlepas dari kemajuan arus informasi dan lain sebagainya. Begitu juga dengan format fisik atau digital. Saya tidak menjadikan hal ini sebuah pembenaran, karena toh saya juga pengguna internet dan saya bekerja bergantung pada koneksinya. Tapi sebuah kalimat yang terlontar dari Hery “Ucok” Sutresna “ We are human  and suppose to be meet each other,” membuat saya agak sulit tidur setelahnya. Poin dari semuanya (menurut saya) adalah  secanggih apapun internet dan se-update apapun diri kalian dengan gadget dan media sosial kalian, ternyata ada yang jauh lebih penting dari semua itu dan sering kita lewatkan. Momen dimana bertemu orang, bertegur sapa ,bernagi sebatang roko, saling melempar senyum dan  barteran zine ternyata jauh lebih bermakna ketimbang mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan kalimat permohonan maaf lebaran yang “maksa” lewat sms dan broadcast message di Blackberry-mu! Note !

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s