Edisi #6 Jalan – jalan di Cassette Store Day Bandung

IMG_1178 IMG_1182 IMG_1184 IMG_1191 IMG_1208

“Seperti biasa, ini adalah materi dari tulisan di tempat saya bekerja yang memeng tidak mmasuk editorial. Karena bahasa saya tulis semaunya. Dan memang sengaja saya salin dua, daripada menjadi sampah tulisan lebih baik saya pajang disini untuk menuhin blog ngaco ini..”

Cassette Store Day Bandung  : Kembali Ke “Asal”

Kaset Pita?  Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar hal tersebut?  “It’s too old man?”,  itu akan keluar dari mulut kalian, yang lahir di medio 2000-an ke atas. Karena kalian pasti memilih memilih mendengengarkan CD (cakram padat) bukan celana dalam, mp3, atau format digital lainya  yang biasa kalian download dari aplikasi gadget kalian. Belum lagi memang ketersedian kaset pita di pasaran yang semakin sulit dicari karena memang tidak sedikit juga musisi yang merilis karyanya dalam bentuk cakram padat atau format digital.

Kalian juga mungkin tidak pernah mengalami betapa “hipster-nya” menenteng boombox sambil mendengarkan musik kesayangan kalian di lapangan volly dekat rumah. Atau kebiasaan nongkrong  di akhir pekan sambil ngobrol – ngobrol ringan seputar band favoritmu dan barter koleksi kaset tentunya. Belum lagi serunya berburu kaset langka di tempat – tempat loakan  sambil beradu bacot dengan penjual, dengan harapan dapat kaset langka dengan harga murah. Dan lagi – lagi yang paling  “hipster” adalah ketika mencari kaset  rilisan luar negeri yang sulit  dan mahal, cara satu – satu nya “berbagi” adalah dengan merekam dari kaset asli milik temanmu yang pulang dari  luar negeri kedalam kaset kosong yang bisa kalian beli di toko kaset terdekat. Membajak? saya pikir tidak juga karena memang keterbatasan akses pada saat itu cukup sulit untuk mendapatkan kaset impor, tapi tidak saya jadikan pembenaran juga sih.

Lalu jangan lupakan seni membuat mixtape dengan mengkompilasi lagu – lagu favorit dengan satu tema kedalam sebuah kaset. Lalu kalian kasih ke kecengan kalian betapa noraknya slide show yang berisikan foto – foto kecengan dan lagu menye –menye hehe. Apalagi sempat nge-trend juga temen – temen kalian, bawa katalog yang berisi ratusan list lagu yang bisa dipesan menjadi sebuah mixtape dengan harga kisaran 15-20 ribu sudah plus dengan cover butut dari kertas HVS serta credit title ala band – band beneran. Hahaha , menyebalkan ketika mengingat saya juga memesan format mixtape seperti itu. Nah, suasana itu yang berusaha di pertahankan teman – teman komunitas di Bandung yang bertepatan dengan  “Cassette Store Day” pada 7 September 2013 kemarin, di bawah fly over Pasopati, Bandung. Hahaha.. mengquote tweet-nya @GrimlocBdg, acaranya memang hipster. Sebenarnya beberapa hal diatas dengan atau tanpa “Cassette Store Day” tetap mereka pertahankan tradisi tersebut seperti melapak kaset di akhir pekan, mixtape, dan barter koleksi. Namun sedikit berbeda karena kali ini bertepatan dengan  “Cassette Store Day” yang ternyata baru pertamakali di dakan di Indonesia dan serentak di tiga kota Semarang, Jakarta dan Bandung sendiri.

“ Sebenarnya, dengan atau tanpa Cassette Store Day tradisi seperti ini memang gak hilang dan di pertahankan oleh anak – anak. Kaya lapakan tiap akhir minggu, bikin mixtape dan barter. Kebeneran ada peringatan ini dan beberapa temen dari luar kota nanyain, gak ada salahnya kita bikin acara ini buat memeriahkan,” jelas Ucok, dari Grimloc Records Bandung.

Saya sendiri bukan kolektor kaset yang gila seperti beberapa teman saya, namun saya memang masih menyimpan beberepa kaset band kesayangan saya pada masa itu. Dan ketika berkunjung kesana ternyata banyak sekali teman – teman yang begitu “freak” dengan koleksi – koleksi ajaibnya. Tapi rata – rata di lapakan kemarin yang banyak saya temukan adalah kaset – kasey yang bergenre hardcore, punk dan hip – hop. Hal tersebut dapat di maklum karena acara ini di inisiasi oleh beberapa komunitas dan record label dengan kultur musik tersebut seperti, Grimloc Records milik Morgue Vanguard dan Gaia “EYEFEELSIX”, lalu ada Pyrate Punk dan Alter Naive. Mereka membuka lapakan yang memajang beberapa koleksi kaset dari yang paling langka sampai dengan terbaru. Tidak cuma kaset ada juga vinyl, patch, zine dan beberapa aksesori dan t-shirt band. Seperti biasanya banyak pengunjung  yang rata – rata kolektor kaset datang berburu untuk melengkapi koleksinya. Ada yang membeli dan ada juga yang  masih melakukan barter.

Selain itu peringatan “Cassette Store Day” di Bandung kali ini menjadi begitu spesial karena, diramaikan oleh perilisan album teranyar dari band hardcore favorit saya yang cukup legendaris asal Bandung  Balcony berjudul Reounion yang dirilis terbatas dalam format kaset. Album tersebut sebelumnya sudah dirilis dalam bentuk cakram padat. Selain Balcony, Grimloc Records juga membawa dua rilisan kaset lainya masing – masing milik Hark! It’s a Crawling Tar Tar dengan Dorr Darr Gelap Communique dan EP pertama dari The Brutalist School band asal New York, Amerika Serikat.

Ada fakta unik dari peringatan “Cassette Store Day” Bandung, ternyata saya baru tau kalai teman – teman komunitas yang menginisisasi acara ini memang punya alat duplicating kaset dan mastering sendiri. Mereka membeli alat tersebut dari sebuah perusahaan duplicating kaset yang jasanya biasa mereka pakai untuk memproduksi album mereka. Nama perusahannya adalah Tropica yang berada di bilangan Otista, Bandung yang bangkrut di tahun 2012 silam.

“Yang lucu temen – temen komunitas patungan buat beli mesin duplicating dan mastering sendiri. Kita beli dari Tropica, perusahaan duplicating yang biasa kita pake sejak lama buat produksi ternyata bangkrut 2012 kemarin, jadi kita inisiatif buat beli alat tersebut, biar kita juga bisa produksi sendiri,” tambah Ucok, yang juga eks-vokalis HOMICIDE.

Ada beberapa hal yang gak bisa dihilangkan dengan mendengarkan dan mengkoleksi kaset. Dari mulai excited nya berburu, ketemu temen – temen dan kebanggan tersendiri tersendiri tentunya dengan memiliki koleksi yang langka. Nah, hal itu lah yang coba di sampaikan sama temen – temen yang hadir dan membuka lapak di “Cassette Store Day” Bandung kemaren. So, bongkar lagi gudang atau tumpukan dus – dus yang kalian simpan di atas plafon rumah, cari koleksi kaset mu dan putar dengan kencang oleh tape deck “bangkotan itu”. Jangan buang kaset pita mu! karena saya yakin suatu saat kamu bisa kaya mendadak, seperti Norman Kamaru dan kebodohanya itu!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s