(Repost) Mail Interview Dengan ((AUMAN)

DSC_0207_e_zps11af8f48

(Foto : Aumanrimau.wordpress.com)

Akhirnya, setelah cukup lama email yang kami tunggu-tunggu datang juga. Terima kasih banyak bagi teman-teman ((AUMAN)) untuk kesediaanya ngobrol-ngobrol ringan bersama Noiseyouth.com, disela-sela hetic-nya jadwal kalian. Ada banyak yang mungkin sudah tau mengenai apa yang coba kita tanyakan pada ((AUMAN)), tapi mungkin tidak sedikit juga yang belum tau dan ingin mengenal lebih jauh mengenai mereka, jadi silahkan simak  petikan interview by email Noiseyouth x ((AUMAN)) yang diwakili oleh salah satu kolaborator mereka Farid Amriansyah berikut :

1. Sedikit, menyambung koreksi dari teman-teman di email kemarin dan sedikit klise, ((AUMAN)), kenapa nama tersebut yang dipilih, karena ketika saya salah ketik di google yang muncul adalah mobil truck dari Cina, padahal yang ada di benak saya adalah seekor harimau hehehe, apa ada nilai filosofi tersendiri nama ((AUMAN)) tersebut bagi kalian?

Nama pabrikan truck itu pun sempat menjadi pertimbangan itu lah mengapa untuk membedakannya dipakai tanda kurung ganda menjadi ((AUMAN)) plus untuk menghindari adanya tuntutan hukum di kemudian hari bila dianggap sama. Filosofinya sederhana sebagai sebuah identitas seperti Harimau Sumatera yang jelas dari tanah Sumatera begitu pula ((AUMAN)) yang berada di Selatan Sumatera khususnya Palembang. Kami mencuri keindahan mahkluk indah nan buas itu dari elemen suaranya sebagai sebuah grup musik.

2. Ketika saya akhirnya mendapat rilisan “Suar Marabahaya” hadiah dari seorang teman, pertama kali yang  saya perhatikan adalah artwork dan packaging yang ada di album tersebut. Bisa tolong diceritakan siapa otak yang membuat artwork dan packaging album yang begitu “rare” itu?

Otak kreatif dibalik artwork album “Suar Marabahaya” dan hampir semua artwork ((AUMAN)) adalah kolaborator drums, Aulia Effendy yang menggambar manual dan diolah layout dan tipografi oleh partnernya di rumah desain GOORM yaitu Erwin Wijaya yang juga adalah kolaborator gitar dari ((AUMAN))

3. Kalau berkenan, boleh ceritakan  bagaimana ((AUMAN)) bisa terbentuk,  sedangkan, beberapa kolabolator adalah “orang lama” di skena dengan band masing – masing, dan sang vokalis pun lebih banyak orang mengenal sebagai scenester di Ibu Kota, oia istilah yang dipakai kalian adalah “kolabolator”, bukan personil, kenapa?

Bisa terbentuk karena semuanya bertemu atas inisiatif Zarbin Sulaiman yang mengajak Farid Amriansyah, Aulia Effendy, Erwin Wijaya dan Ahmad Ruliansyah untuk jamming pada sekitar bulan Maret 2013. Dari situ kemudian lahir proyek musik yang akhirnya diberi nama ((AUMAN)). Kenapa kolaborator? Yah karena kami terlibat di band lain, jadi apa yang kami lakukan adalah sebuah kolaborasi kreatif secara musikal maka pelakunya pun disebut kolaborator.

4. Lanjut ke rilisan  berbahaya milik kalian “Suar Marabahaya”, sejak pertama kali saya dengar single ugal-ugalan W.K.G.G, saya langsung menjadi penggemar kalian, ada rasa penasaran begitu besar  menunggu full album kalian. Setelah mendengarkan full album kalian,  pertanyaan besarnya adalah, kenapa nama album yang dipilih “Suar Marabahaya” dan apa yang kalian coba sampaikan dengan komposisi lirik yang begitu eksplosif, harimau sumatera, southern rock, unsur lokalitas  yang dibangun dalam album ini, dan tidak ketinggalan Vetty Vera?serta  bagaimana proses kreatifnya berjalan?

Wow! Pertanyaan yang sangat panjang yang mungkin bias terjawab dengan berita pers panjang yang ditulis untuk album “Suar Marabahaya” yang bisa kamu lihat di http://aumanrimau.wordpress.comhahahaha Secara singkat Suar Marabahaya bermakna sebagai sebuah penunjuk atau penanda akan apa yang kami lakukan secara local juga bias memiliki impact yang bisa membakar batas lokalitas tanpa perlu menjadikannya sebagai diskursus kedaerahan yang membosankan. Akan tema yang kami bahas itu adalah segala yang membuat kami gelisah akan apa yang di terjadi masyarakat dan juga elemen kehidupan yang bersifat personal dari opini hingga apa yang kami rasakan; silakan tafsirkan sendiri hehehe

5. Boleh tau seperti apa influence musik ((AUMAN)) ,dan coba pilihkan untuk kami dari 11 track yang ada,  mana track paling berbahaya, yang menurut kalian paling mewakili  ((AUMAN)) itu sendiri?

Influence jelas beragam baik secara personal maupun secara kolektif dari para kolaborator ((AUMAN)) dalam spectrum rock, metal hingga hardcore punk, kami coba meramunya tanpa berusaha ingin menjadi orisinal tapi dalam warna yang kami suka. Track yang paling berbahaya hmmm..semua lagu melewati proses yang istimewa bagi ((AUMAN)) secara kreatif jadi mungkin semuanya hahahaha

6. Saya, melihat penampilan memukau kalian di Bandung Berisik kemarin, itu kali pertama kalian tampil di Bandung?apa kesan kalian setelah menginvasi ranah “Pasundan”, dan apa pendapat kalian mengenai skena di Bandung?

Yup! Itu kali pertama ((AUMAN)) main di Bandung. Menginvasi mungkin bukan kata yang tepat untuk misi yang bagi kami adalah usaha membangun jembatan dan persahabatan antar skena. Luar biasa ketika Yayat dan Dadan dari Bandung Berisik 2013 memberi kepercayaan dan mengajak ((AUMAN)) untuk main di festival musik keras yang luar biasa tersebut. Respon dari teman-teman di Bandung pun cukup positif, apalagi kemudian ((AUMAN)) bekerjasama dengan Maternal Disaster untuk proyek merchandise dan perilisan format kaset dari album “Suar Marabahaya”

7. Saya,  kesulitan mencari CD dan terutama merchandise kalian, karena SOLD OUT di beberapa tempat bahkan online sekalipun. Sejauh ini bagaimana penjualan serta pendistribusian  rilisan fisik dan merchandise?. Saya pun penasaran dengan beberapa nama organisasi non-profit yang ada di album kalian, karena kalian begitu concern dengan Harimau Sumatera. Bisa berbagi cerita, apa yang sebenarnya kalian kerjakan bersama dengan organisasi-organisasi tersebut?

Penjualan yah bergulir perlahan, sekarang sudah replikasi kedua jadi sekitar 2000 keping CD yang diedarkan; untuk merchandise memang tak dibuat secara massal. Bila berbicara tentang Harimau Sumatera jelas harus disertai kesadaran akan bahwa menurut catatan terakhir populasi Panthera Tigris Sumatrae di area konservasinya di daerah Sumatera Utara, Jambi dan Selatan Sumatera mencatatkan angka kisaran 300 ekor. Fakta yang jelas mendekati kengerian akan kepunahan seperti kerabat harimaunya di Jawa dan Bali. Kemudian kita hanya akan melihat Harimau Sumatera di Google. Secara personal dan kolektif ((AUMAN)) mendonasikan beberapa bagian dari bayaran yang diterima dari pertunjukan, merchandise dan rilisan untuk organisasi lingkungan hidup yang juga menjadikan konservasi Harimau Sumatera sebagai salah satu program utamanya. Bila berbicara kreasi kegelisahan kami itu tertuang di lagu “Viva Rimau! Rimau”.

8. Kini banyak musisi lokal yang mengeluarkan paket rilisan fisik yang ekslusif dan limited,vinyl,  bahkan boxset.Apa kalian berniat membuat versi vinyl untuk “Suar Marabahaya”? dan jika tidak salah info, dalam waktu dekat mungkin, kalian akan merilis paket serupa, kolaborasi bersama sebuah brand dari Bandung, boleh beri sedikit bocoran akan seperti apa rilisan tersebut?

Karena kesibukan pekerjaan dan preparasi tur Ekspedisi Temasek Malaya Suar Marabahaya kami terlambat membalas email wawancara ini, maafkan kami. Paket dengan Maternal Disaster adalah paket merchs super lengkap yang istimewa karena menyertakan format kaset dari album “Suar Marabahaya” dengan 3 bonus tracks yang direkam live dari sebuah acara musik di Palembang. Namun sekarang sudah habis terjual karena hanya diproduksi 100 paket. Untuk versi vinyl 12” dari album “Suar Marabahaya” masih dalam tataran ada niat hahaha tapi yang paling dekat diparuh kedua 2013 akan rilis 10” vinyl rekaman live set ((AUMAN)) ketika main di Singapura pada Juni 2013 lalu oleh Vanilla Thunder Records. Dan, sebuah rencana yang sedang persiapan dan pematangan untuk merilis 7” berisi dua lagu baru, yah mungkin tahun depan.

9. Saat membaca, beberapa tulisan tentang kalian, ada kata “underated” mengenai skena musik di Palembang. Ceritakan bagaimana kondisi skena disana, apa ada perbedaan setelah kini gaum kalian  mulai mencuri atensi khalayak?

The scene here is alive and well. Apa yang kami rasakan seru di Palembang jelas berbeda dengan daerah lain,dan skena juga bukan sesuatu yang untuk dipertanding-bandingkan. Apa yang terjadi disini dari pertengahan 1990an hingga sekarang jelas memiliki fase dan romantismenya sendiri untuk beragam generasi, tapi yang pasti belakangan memang cukup sangat seru dari mulai aktifititas kolektif, gigs hingga band yang mewarnai. Akan sangat subyektif bila kami merekomendasikan band tertentu, silakan cari tahu akan skena Bumi Sriwijaya dengan buka http://auman.posterous.com/legiun-massa-musika-sriwijaya dan itu pun masih akan harus di-update lagi dengan aksi-aksi yang menurut kami luar biasa.

11. Terakhir, apa pesan dan mungkin harapan kalian untuk skena di Palembang khususnya dan mungkin skena di kota-kota lain secara umum?

Lakukan apa yang bisa dilakukan terlepas dari segala keterbatasan. Jangan mengeluh, terus berpeluh. Tetap berkeras, tetap berusaha. (Irfan Nasution)

Kolaborator ((AUMAN)) adalah

Zarbin Sulaiman (bass), Aulia Effendy (drums), Erwin Wijaya (gitar), Ahmad Ruliansyah (gitar), Farid Amriansyah (vokal) 

Band Contacts:

aumanrimau@yahoo.com

www.reverbnation.com/AUMAN

www.myspace.com/aumanrimau

www.twitter.com/AUMANRIMAU

www.aumanrimau.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s