Berburu Senja Bersama Para Pencari Suaka (Bagian Dua)

II

Perang Di Pelabuhan Ratu

“Mereka bergeriliya, bersembunyi dan sesekali mengintip di balik perahu nelayan. Tanpa aba-aba, dengan hitungan se-persekian detik mereka keluar tiba-tiba dan melakukan serangan dadakan dengan berlarian sembari menembakan lodong dan melempar petasan yang sudah tersulut sebelumnnya”.

Jam digital di tangan kanan ini menunjukan angka 05.30 am. Saya dan Anjar yang sempat terlelap kira-kira setengah jam terbangun oleh riuhnya rentetan ledakan di pantai sebelah barat. Sementara Reza dan Ucok masih cukup lelap di dalam mobil. Pada awalanya memang saya berencana memotret matahari terbit disini, tapi karena cuaca mendung dan ingin menghabiskan rasa penasaran dengan suara ledakan di pantai saya dan Anjar bergegas menuju kesana.

Benar saja setibanya di kawasan pantai sebelah barat ini suara ledakan semakin jelas di telinga. Belum lagi kilatan cahaya warna-warni beterbangan di udara. Sesampainya dipantai, kami disambut oleh segerembolan anak-anak  yang sudah siap dengan “lodong” mini yang mereka modifikasi sedemikian rupa menyerupai bazooka,  yang sewaktu-waktu siap mereka tembakan dari kejauhan.

“Pearl Harbour bro?” celoteh saya.

“Anyeeng! Haha,” sahut Anjar, sambil berlalu.

Suasana yang sudah sangat sulit di temui di kota Bandung. Selain karena jelas Bandung tidak memiliki pelabuhan atau pantai, ya suasana “peperangan” saat ramadhan seperti ini  nampaknya sudah lama ditinggalkan anak-anak di Bandung. Ah, beruntung sekali mereka besar disini! (gumam dalam hati).  Kawasan pantai barat ini sebenarnya tidak begitu menarik. Berhiaskan  bongkahan-bongkahan beton pemecah ombak yang sudah tidak terpakai dan beberapa bangkai perahu yang sudah tak terpakai, menambah suram pemandangan disini.

Tentunya masalah klasik seperti sampah yang memenuhi pantai juga masih jadi salah satu pekerjaan rumah bagi kita semua. Belum lagi airnya yang sudah tak begitu bersih. Mungkin karena ini terletak persis di depan kampung nelayan dan pelelangan ikan. Tapi suasana di bibir pantai barat inilah yang membuat saya melebarkan senyum pagi itu. Membuat saya menerawang jauh pada ingatan masa kecil yang saya pikir ternyata tidak selepas dan sebahagia anak-anak pantai ini.

Anjar dengan sigap berganti-ganti lensa dan berlari kesana kemari. Memastikan setiap momen yang ada terbidik dan terekam dengan baik dalam kameranya. Saya sendiri hanya memotret beberapa momen saja. Saya lebih banyak mengabadikan suasana di laut dan anak-anak yang bermain di atas dermaga tua yang tak terpakai. Sisanya, biar ingatan saya saja yang banyak merekam.

“Anyeeng, parah eta di alungkeun kadieu lah! (parah, itu dilempar kesini),” seru Anjar pada saya yang asik melamun.

“Ahaha, parah lumpat bro..(parah, lari bro),” jawab saya sembari berlari menghindari petasan.

Perang petasan yang dilakukan anak-anak ini cukup menguras adrenalin. Mereka terlihat membuat dua kelompok berbeda (mungkin berasal dari kampung berbeda). Yang satu ada di ujung sebelah kanan dan satu lagi di kiri. Mereka saling berhadap – hadapan dan hanya terpisah jarak puluhan  meter saja. Lucu, tapi cukup liar dan berbahaya sehingga membuat saya dan Anjar mengerutkan dahi. Mereka mulai mengatur strategi dan mengintai musuh dari kejauhan.

Bergeriliya, bersembunyi dan sesekali mengintip di balik perahu nelayan. Tanpa aba-aba, dengan hitungan se-persekian detik mereka keluar tiba-tiba dan melakukan serangan dadakan dengan berlarian sembari menembakan lodong dan melempar petasan yang sudah tersulut sebelumnnya. Brutal! Sesekali, mereka juga melakukan peperangan terbuka ala perang perkotaan, saling dorong dan melempar petasan secara frontal ke arah lawannya. Tontonan langka dan sangat menarik bagi saya dan Anjar, seperti sudah saya bilang hal ini mengingatkan saya pada film “Pearl Harbour”. Ha ha, Berlebihan memang!

bersambung..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s