Pasar Bisa Dikonserkan : Keharuan dan Kembalinya Adrian

tes9

Efek Rumah Kaca, band asal Jakarta ini menandai kembalinya mereka dengan sebuah konser bertajuk ‘Pasar Bisa Dikonserkan’ di Balai Sartika, jalan Suryalaya, Bandung. Jumat (18/09/15). Untuk mengobati kerinduan penggemarnya, mereka membawakan lebih dari 20 lagu, yang diambil dari kedua album serta single terbaru mereka .

Setelah menunggu lama dan sempat bersitegang dengan panitia karena tertahan di pintu masuk, akhirnya P! dan beberapa teman media lain masuk saat akhir repertoar kedua ”Kau Dan Aku Menuju Ruang Hampa” dimainkan. Kor masal sudah menggemuruh sejak awal, meski P! hanya bisa mendengarkannya di antrian pintu masuk. Penonton yang hadir malam itu cukup lintas generasi, mereka tanpa canggung menyanyikan penggalan lirik terakhir lagu paling intens milik Efek Rumah Kaca (ERK) tersebut. ERK sendiri malam itu tampil bersama formasi terbaiknya yaitu Cholil (gitar), Poppie Airil (bas), Akbar Bagus (drum), beserta empat penyanyi latar mereka Natasha Abigail, Monica Hapsari, Irma Cholil, dan Wisnu (Monkey To Millionaire).

Seperti biasa, Cholil dan kawan-kawan irit bicara di atas panggung. Mengisi sesi pertama “Mosi Tidak Percaya”, “Hujan Jangan Marah”, dan “Belanja Terus Sampai Mati” mereka mainkan berurutan. Mereka tahu betul bagaimana menciptakan kor masal berulang sepanjang lagu, tanpa harus banyak gimmick.

tes8

Histeria semakin menjadi saat Adrian, pencabik bas awal ERK naik panggung. Adrian terpaksa harus ‘pensiun dini’ karena mengalami penurunan kondisi kesehatan, akibat sejenis virus pada bagian mata yang dideritanya. Ia naik panggung menggunakan kursi roda, yang disambut riuh tepuk tangan penonton.

Dengan lantang dia menyebutkan nama-nama seperti Wiji Thukul, Dedy Hamdun, Petrus Bima Anugrah, dan beberapa nama aktivis 1998 lainnya, yang hilang dan tidak diketahui keberadaanya sampai saat ini. Daftar nama tersebut merupakan bagian lagu ‘Hilang’, single ERK yang masuk dalam kompilasi berjudul ‘Perdamaian’ yang di prakarsai Buffetlibre, untuk disumbangkan ke Amnesty Internasional. Sebuah organisasi internasional di bidang kemanusian dan hak asasi manusia. Momen langka ini cukup emosional bagi para personil lainnya, termasuk Cholil yang nampak menitikan air mata. Adrian kembali naik pentas saat “Pasar Bisa Diciptakan”dibawakan.

“Cuma Adrian yang bisa menyebutkan nama-nama tersebut dengan pas. Pas lagu selesai, nama terakhir juga selesai. Kita pernah coba sendiri, nggak pernah pas,”ujar Cholil.

tes3

Kurang persiapan

Sekira 1500 penonton, secara berangsur memadati lokasi pertunjukan sejak pukul 17.00, meski open gate baru di buka pukul 18.00 WIB. Sayangnya, dengan jumlah penonton sebanyak itu kurang di antisipasi oleh pihak penyelenggara konser, Black and Brown. Lokasi penukaran tiket presale terhalang oleh panjangnya antrian penonton. Beberapa penyebabnya adalah kecilnya gate dan lamanya pemindaian barcode, karena alatnya hanya satu. Belum lagi body check serta penukaran gelang yang  memakan waktu yang tidak sedikit.

Pembagian empat jalur antrian, terasa tidak efektif dengan minimnya signage. Menjelang lagu kedua berakhir ratusan penonton masih tertahan di luar. Buruknya komunikasi penyelenggara nampaknya jadi masalah yang cukup krusial. Jumlah panitia terlihat cukup banyak, namun mereka nampak bingung dengan tugas yang harus mereka kerjakan. Beberapa hanya terlihat bergerombol.

Pengelolaan photo pit pun semerawut. Beberapa teman media yang meliput dilarang masuk, termasuk media partner. Panitia hanya berargumen, photo pit penuh dan diperuntukan untuk kru acara. Pada saat di cek ulang, P! melihat photo pit hanya dipenuhi sekelompok orang lengkap dengan kaos panitia yang sibuk memotret dengan kamera SLR.

Kolaborasi apik

Memasuki sesi berikutnya, ERK  berganti kostum dengan piama (pakaian tidur). Monica Hapsari maju kedepan mendampingi Cholil untuk menyanyikan lagu‘ Insomnia’ gubahan versi album kompilasi ERK RMX.  Setelah itu giliran duo pendatang baru yang sedang memikat hati banyak penikmat musik lokal, Tetangga Pak Gesang. Mereka menyanyikan “Jatuh Cinta Itu Biasa Saja” dengan cara mereka, sederhana, hanya dengan ukulele dan kazoo namun tetap memikat seperti biasanya.

Lagu “Debu-debu Beterbangan” pun dibuat cukup trippy dan berisik. Oknumnya adalah Bin Idris yang merupakan side project dari Haikal Azizi yang juga vokalis band Sigmun. Sesi kedua ini memang diisi kolaborasi dengan banyak musisi tamu, Mondo Gascarro pun turut ambil bagian dalam lagu “Banyak Asap Di Sana”.

Keriaan kembali memuncak saat  Roni ‘Meng’ Simamora (Float) naik pentas. Penonton sempat di buat tertipu dengan intro lagu “Stupid Ritmo” yang dinyanyikan. Intro tersebut adalah penanda kolaborasi apik mereka dalam lagu “Kenakalan Remaja di Era Informatika” yang di mash up beberapa bagian dengan lagu Float tersebut.

(*)

tes6Mengakhiri sesi kedua, ERK menggandeng The Adams yang menyisakan Saleh Husein dan Ario Hendarwan. Kali ini “Lagu Cinta Melulu” jadi bahan eksplorasi kedua band tersebut. Lagu ini menurut mereka memiliki beberapa partitur yang sama dengan “Konservatif”. Ale dan Ario juga sempat berkelakar di atas panggung, kalau ERK meniru mereka. Kolaborasi ini cukup unik saat Ale membagi penonton ke dalam dua bagian. Sebagian penonton diarahkan untuk bersenandung lagu ERK, sementara bagian lainnya lagu The Adams. Dan hasilnya, sebuah ‘atraksi’ yang mengejutkan, saling bersautan namun tetap seirama. Riuh tepuk tangan, serta sing along penonton dalam penggalan lirik lagu The Adams menutup manis sesi kedua ini.

“Jadi ERK sebenernya niru lagu The Adams. Kalau yang lain diajak kolaborasi, khusus The Adams kita yang minta,” ujar pria yang akrab di sapa Ale tersebut.

Kembalinya Adrian

Setelah istirahat beberapa menit, sesi ketiga di buka oleh atraksi badut sulap. Tak lama berselang personil ERK kembali naik pentas dengan kostum badut, lengkap dengan riasannya. Kali ini sekelompok mini string orchestra turut meramaikan panggung. Mengiringi ERK dalam beberapa nomor seperti “Melankolia”, “Efek Rumah Kaca”, “Laki-laki Pemalu” yang terdengar lebih megah.

(*)

tes7

Seakan tidak pernah kehabisan energi, para penonton yang hadir makin keras bernyanyi bersama ERK saat “Di Udara” dan “Desember” di pentaskan.  Secara konsep, konser ini dikemas cukup baik, meski sound yang keluar agak sedikit bermasalah di beberapa lagu. Hal tersebut ditutupi dengan baik oleh suguhan visual di layar LED yang terkonsep baik dalam setiap lagunya. Hanya saja beberapa suguhan teatrikal di atas panggung terasa sedikit kurang tepat.

Mendekati akhir pertunjukan, banyak penonton mulai menghitung lagu apa saja yang belum di bawakan. Rasanya, hampir semua sudah selesai di pentaskan. Baru, saat Adrian kembali naik panggung, mereka berani menebak. Jika dalam dua lagu sebelumnya Adrian hanya duduk di kursi roda, kali ini dia berdiri dengan tegak, lengkap dengan topi pet yang menjadi ciri khasnya.

(*)

tes4

Begitu intro ‘Sebelah Mata’ diperdengarkan, banyak penonton yang tampak histeris. Tanpa aba-aba, mereka bernyanyi sepanjang lagu, dan semakin keras pada setiap baitnya. Adrian sendiri  hanya mengisi bagian chorus saat mementaskan lagu yang ia ciptakan ini. Dengan kondisi kesehatan yang mungkin terbatas, ia menyanggupi untuk berdiri sepanjang lagu. Kembalinya ia di atas panggung memberikan energi cukup besar bagi seisi ruangan pertunjukan. Tak sedikit di antara banyak penonton yang hadir menitikan air mata. Layaknya sebuah pasar yang selalu riuh, konser ini pun berakhir dengan riuh dengan segala haru birunya.

Credit Foto (*) : Mentari Nurmalia

*Tulisan ini di buat untuk Provoke! Magazine, bisa di simak di tautan berikut :

http://www.provoke-online.com/index.php/music/musicnews/4748-pasar-bisa-dikonserkan-keharuan-dan-kembalinya-adrian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s