Hidup Dan Remeh Temeh yang Tak Kunjung Usai

SONY DSC
SONY DSC

Melewati fase remaja untuk kemudian masuk kedalam transisi menuju dewasa, dan dunia kerja adalah sebuah pencarian. Ada egoisme, perayaan hidup, dan kebanggaan tersendiri saat menjadi pribadi yang ‘individualis’. Seperti ; si jalang dalam kumpulan terbuang yang ingin hidup 1000 tahun lagi. Belum lagi, fragmen-fragmen lain macam keterasingan, pemberontakan, gaya hidup, elegi percintaan, tikam menikam sesama teman dan remeh temeh lainnya sebagai sebuah manifestasi atas eksistensi diri. Hingga sampai di sebuah persimpangan, untuk kemudian mencoba keluar dari tataran norma dan keteraturan hidup yang dirasa datar. Bosan!

Merasakan kegelisahan adalah sebuah kewajaran, saat usia bukan tolak ukur utama atas kedewasaan. Karena proses adalah ekstase dari perputaran waktu. Kesal, muram, lalai, acuh, tidak peduli sampai sesuatu yang meledak-ledak tereduksi  baik di dalamnya. Sampai pada gilirannya, saya atau siapa pun di luar sana (mungkin) menasbihkan diri sebagai sebuah ‘penyimpangan’. Merasakan diri sebagai titik terjauh yang berada di luar arus utama. Saya adalah representasi dari sebuah anomali bagi lingkungannya sendiri. Baik dari pemikiran, selera, jalan hidup dan keyakinan. Namun di sisi lain, saya percaya jika saya berada jauh dari arus utama lingkungan tempat saya tinggal, maka sebenarnya saya sedang mendekati arus utama lainnya, dengan pencarian yang tak kunjung usai.

***

Waktu-waktu menuju musim hujan seperti sekarang ini, membuat saya merindukan musim kemarau dengan matahari teriknya yang membakar kulit. Segala kesibukan kota dengan deru mesin yang saling berkejaran setiap hari, dan ke-individualis-an para penduduknya yang cenderung apatis. Tidak lupa macam-macam bebunyian, peluh keringat, beratnya polutan yang terhirup, dan segala sesuatunya tentang musim kemarau.

Blog-6Musim kemarau juga adalah perihal perasaan yang memuncak, kegelisahan menuju depresi dan emosi yang teralineasi. Meski tetap beririsan tipis dengan perasaan-perasaan jujur tentang jatuh cinta yang kemudian di tolak, atau tentang berharap lantas kecewa, pun perihnya disalip di tikungan terakhir.

Ah, sudahlah, itu masa lalu! Perlahan ia jauh dari dominan, meredup, memberikan ruang pada perasaan ini untuk mengisi lorong-lorong sepi dalam hati. Serupa gerbang rumah tua khas kolonial yang begitu luas,  masa lalu menyediakan ruang untuk beradaptasi dan keleluasaan untuk beranjak. Mengingat juga sebuah keharusan, agar kiranya kita mengerti kedatangan-kepergian, adalah sebuah ironi dengan kemuramannya sendiri.

DCIM100GOPRO
DCIM100GOPRO

Saya menyukai kesendirian, entah dengan kalian. Jika ternyata kalian juga menyukai kesendirian, maka kebosanan sepanjang perjalanan adalah purwarupa dari jatuh cinta. Meski kerap kali melelahkan dan membuang waktu, bepergian sendiri dengan jarak yang jauh adalah proses penyadaran, pengingat atas keterikatan seorang pengelana dengan rumah.

Kesendirian juga merupakan cara lain untuk bersenang-senang. Menyeret diri kedalam kegetiran masa lalu. Berpura-pura, menganggap semua baik-baik saja dengan dungu tanpa pretensi menjadi orang lain. Belajar waras dari segala ke-tidak-warasan ini. Seolah-olah menjadi dewasa dengan klise namun paradoks dan segala kebanalan di dalamnya.

Blog-1Hingga akhirnya, sepi adalah sebuah penutup yang indah. Tidak berlebihan, tidak pula kurang, sederhana namun manis. Seperti secangkir kopi panas dan kue tambang saat menikmati senja di musim kemarau. Hangat, dan cukup untuk membuat tersenyum seolah di dunia ini tak ada kata; masalah. Sepi bagi saya adalah segala sesuatu yang bernama bersenang-senang, ia gudang segala masalah yang tak kunjung usai. Sesederhana kata bosan, karena dewasa adalah pilihan dan tanggung jawab adalah sebuah keharusan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s