#DaftarPutar; Menjemput Pagi

Mendengarkan musik adalah sebuah terapi bagi saya. Setidaknya, ketika tak ada seseorang dalam keadaan terburuk sekalipun yang bisa di ajak bicara, musik mungkin bisa jadi salah satu teman penghibur atau bahkan juru selamat. Dalam edisi susah payah untuk ‘membiasakan’ kembali menulis ini, saya akan berbagi daftar putar musik dalam berbagai platform yang saya gunakan yang paling sering mengisi hari-hari saya (yang mungkin biasa saja bagi kalian) di setiap minggunya. Kali ini saya berbagi daftar putar di waktu-watu saya menjemput pagi. Akan di update tiap akhir pekan, mungkin juga tidak tergantung koneksi internet kantor. 

Liz Phair – Exile In Guyville
Pertama kali mengenal perempuan ini justru melaui album sophomore-nya Whip-Smart. Saya dapat dari seorang teman yang memang memiliki selera musik yang cukup ajaib melalui sharing USB. Lagu yang pertama saya dengar secara acak adalah Supernova, lagu ini pula yang membawa saya mencari tau lebih banyak tentang perempuan pengusung alternative /grunge-pop ini hingga akhirnya menemukan album perdananya Exile In Guyville. Meski banyak teman bilang Liz adalah penyanyi kelas dua, tapi saya menggemarinya. Satu minggu belakangan, Liz selalu menemani saya melamun sambil menatap nanar tumpukan pekerjaan yang tak kunjung saya kerjakan. Nomor-nomor sederhana dalam album ini seperti Divorce Song, Girls! Girls! Girls! dan Explain It To Me tak pernah terlewat untuk saya putar ulang.

The Sundays – Static and Silence
Awalnya saya menyangka mereka adalah The Cardigans, atau mungkin referensi  saya saja yang kurang. Album ini bagi saya adalah album terbaik mereka. Semua track-nya favorit. Tapi bagi kalian yang kali pertama mendengarkannya, untuk perkenalan, saya yakin Summertime, She, dan I Can’t Wait memiliki kadar adiksi yang paling besar untuk jatuh cinta pada band ini. Apalagi jika kalian memutarnya dengan volume minim dan sayup-sayup di penghujung malam yang gerimis.

The Cure – Pornography
Lupakan sejenak Boys Don’t Cry, Just LIke Heaven, bahkan Trust sekali pun. Setahun kebelakang saya gemar ‘digging’ kalau menurut teman saya penggila rilisan fisik. Bedanya, ‘digging’ yang saya lakukan sebagian besar saya lakukan di internet. Kalau ada budget lebih ya beli rilisannya, kalau enggak ya spotify atau download. Dari sekian banyak album The Cure yang saya tau, album ini ternyata punya efek palik muram bagi saya. Siamese Twins, selalu sukses membuat saya merinding tiap kali memutarnya. A Short Term Effect juga tidak kalah gelap, apalagi jika suasana hati tak karuan. Tapi diantara ke semuanya, Pornography adalah juaranya. Depresif, saya tak menyarankan kalian mendengarkan album ini, terutama lagu terakhir yang disebut dalam pengaruh substansi apa pun saat dini hari tiba.

Bruce Springsteen – Lucky Town

Umur 28 tahun, banyak perihal yang merubah hidup saya. Ada yang menyenangkan tak sedikit  pula yang menyebalkan. Atau bisa jadi saya memang belum siap menerima kenyataan dan ekspektasi yang sialnya tak melulu sesuai harapan. Album Lucky Town ini agaknya membawa energi positif bagi saya. Meski saya tak benar-benar menggemari “The Boss”, paling tidak saya percaya, meski satu atau dua album, karya legenda hidup folk-rock asal New Jersey ini harus dimiliki dalam deretan koleksi CD / Vinyl atau Mp3 kalian! If I Should Fall Behind, Living Proof, dan Local Hero adalah soundtrack yang pas untuk menertawakan kehidupan.

The Japanese House – Clean
Pulang kerja pagi buta, masih menyisakan revisi untuk siang hari, dan ketika sampai teras kunci rumah ketinggalan di co-working space. Ah, dasar freelancer! Menemukan bidang datar dengan permukaan yang cukup empuk di teras rumah adalah kemewahan. Rebahan sejenak, sambil menunggu orang rumah buka pintu dan mendengarkan satu atau dua lagu dalam album Clean bernuansa dreamy-pop milik Amber Bain yang lebih dikenal dengan moniker-nya The Japanese House adalah relaksasi.

Eleventtwelft – Self Titled

Yap! album ini adalah album teratas dalam daftar putar saya kali ini. Satu minggu ini hampir tidak pernah kurang dari dua putaran menemani saya menjemput pagi. Mendampingi saya menggambar, menulis, atau bahkan sekadar stalking instagram. Representasi paling mutakhir dari tagar #makeemogreatagain di (((skena))) saat ini. Jika Your Head As My Favourite Book Store adalah koentji maka perempuan berambut pendek dengan kaca mata adalah calon istri idaman!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s